APLIKASI “GEMBIRA” UNTUK MELATIH KEPEKAAN BUNYI DAN SUARA PESERTA DIDIK TUNARUNGU

Sumber:Ade Putri Sarwendah
Penulis:ADE PUTRI SARWENDAH
RPP Terkait:Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Program Khusus
Jenjang:SLB
Kelas:SLB
Mapel:PLB Tunarungu
APLIKASI “GEMBIRA” UNTUK MELATIH KEPEKAAN BUNYI DAN SUARA PESERTA DIDIK TUNARUNGU
Penulis: Ade Putri Sarwendah
Pembelajaran program kompensatoris atau program kekhususan merupakan program yang dirancang untuk memfasilitasi anak yang memiliki hambatan pada aspek tertentu seperti kehilangan fungsi penglihatan, pendengaran, wicara, gerak, maupun perilaku, sehingga dapat dialihkan pada fungsi lain yang dapat menggantikan fungsi yang hilang. Sebagai contoh program kompensatoris bagi siswa dengan hambatan pendengaran atau tunarungu. Anak tunarungu merupakan anak yang mengalami hambatan dalam fungsi pendengarannya, sehingga diperlukan program yang dapat memaksimalkan sisa pendengaran yang dimiliki agar mampu digunakan sebagaik-baiknya untuk berinteraksi dengan lingkungan yang penuh bunyi dan suara.
Walaupun anak tunarungu memiliki keterbatasan dalam aspek pendengaran, namun tetap dimungkinkan untuk diperkenalkan bunyi dan suara yang ada di sekeliling anak. Sejak tahun 1984, pembelajaran program kekhususan bagi siswa tunarungu yang dahulu bernama pelajaran Bina Persepsi Bunyi dan Irama (BPBI) telah dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah luar biasa. Program ini merupakan program khusus yang wajib diikuti peserta didik dari taman kanak-kanak sampai dengan jenjang sekolah menengah di SLB. Alasannya adalah program BPBI harus diajarkan sedini mungkin bagi siswa tunarungu dengan tujuan agar kemampuan/kompetensi yang masih bisa dikembangkan dan dimanfaatkan adalah kompetensi menghayati bunyi atau kompetensi memanfaatkan sisa pendengaran yang masih dimiliki, baik dengan menggunakan Alat Bantu Mendengar (ABM) ataupun tanpa ABM.
       Seiring berkembangnya dunia pendidikan, pelaksanaan BPBI pun berubah menjadi program yang lebih komprehensif yakni Pengembangan Komunikasi Persepsi Bunyi dan Irama (PKPBI) bagi siswa tunarungu. PKPBI merupakan pembinaan komunikasi dan penghayatan bunyi yang dilakukan sengaja ataupun tidak sengaja, sehingga kemampuan peserta didik dalam hal komunikasi dan mempersepsi bunyi melalui pendengaran dan perasaan vibrasi yang masih dimiliki peserta didik tunarungu dapat berkembang secara optimal. PKPBI akan berjalan maksimal apabila ditunjang dengan pemanfaatan media pembelajaran yang mampu mengakomodasi tujuan dari terlaksananya pembelajaran PKBI tersebut. Secara umum tujuan dari program PKPBI adalah agar kepekaan pendengaran siswa tunarungu dan perasaan vibrasi siswa dapat terlatih guna memahami dan merespons bunyi dan suara yang ada disekeliling siswa, baik dengan menggunakan Alat Bantu Mendengar (ABM) maupun tidak, sehingga memungkinkan siswa tunarungu mampu beradaptasi dengan dunia bunyi disekitarnya.
Mengakomodasi perlunya pembelajaran program kompensatoris bagi siswa tunarungu dan pentingnya menggunakan media dan pendekatan yang tepat agar pembelajaran program PKPBI dapat berjalan secara maksimal guna meningkatkan kepekaan sisa pendengaran siswa tunarungu, maka penulis merancang sebuah aplikasi yang bertujuan untuk meningkatkan kepekaan sisa pendengaran siswa tunarungu serta memperkenalkan bunyi dan suara yang ada di sekitar siswa tunarungu. Perancangan aplikasi ini dimaksudkan untuk merangkum suara dan bunyi yang ada dilingkungan sekitar sehingga dapat memberikan pemahaman kepada siswa tunarungu bahwa disekeliling siswa segala sesuatu memiliki bunyi dan bersuara.
         Pemanfaatan aplikasi GEMBIRA, Mengenal Ragam Bunyi dan Suara ini juga dipergunakan sebagai alat bantu atau media dalam pembelajaran program kompensatoris PKPBI. Aplikasi GEMBIRA mampu memperkenalkan ragam bunyi dan suara yang ada di sekitar siswa. Disamping itu melalui pemanfaatan aplikasi GEMBIRA ini, siswa dilatih untuk meningkatkan kepekaan sisa pendengaran sehingga pada akhirnya siswa mampu beradaptasi dengan masyarakat di tengah dunia bunyi, serta siswa tunarungu berkembang pengalamannya dalam mengenal ragam bunyi dan suara. Aplikasi GEMBIRA merupakan aplikasi berbasis digital yang bertujuan memudahkan proses pembelajaran PKPBI agar dapat berjalan lebih fleksibel.
Aplikasi ini dikembangkan oleh penulis yang merupakan guru siswa tunarungu. Tak hanya bisa dilakukan di sekolah namun pembelajaran Pengembangan Komunikasi Persepsi Bunyi dan Irama (PKPBI) juga bisa diterapkan dirumah. Aplikasi GEMBIRA merangkum berbagai sumber bunyi dan suara yang ada di sekitar kita sehingga siswa tunarungu mampu terbentuk pemahaman bahwa di sekeliling mereka terdapat beragam bunyi dan suara yang bisa mereka rasakan dan dengarkan. 


Gambar 1. Latihan memaksimalkan potensi sisa pendengaran untuk mendeteksi bunyi dan suara menggunakan aplikasi GEMBIRA di sekolah.
Perancangan aplikasi ini dimaksudkan sebagai bahan ajar berbasis multimedia interaktif sehingga tak hanya mengenalkan berbagai jenis bunyi dan suara serta dari manakah sumber bunyi dan suara tersebut, namun sampai kepada siswa mampu mengerjakan latihan yang terdapat dalam aplikasi tersebut. Hal ini bertujuan membangun pemahaman siswa menjadi lebih komprehensif mulai dari memaksimalkan kepekaan sisa pendengaran mereka untuk mendeteksi ada tidaknya bunyi, sampai dengan kegiatan diskriminasi bunyi yakni membedakan berbagai macam bunyi sehingga siswa tunarungu terbentuk pemahamannya untuk mengidentifikasi bunyi.
      Penggunaan aplikasi GEMBIRA dalam pembelajaran PKPBI ini bisa dimanfaatkan sebagai media dalam mengajarkan beberapa tahapan pada program kompensatoris tersebut. Pada tahap deteksi bunyi, aplikasi GEMBIRA digunakan untuk menyadari ada dan tidak adanya bunyi baik menggunakan ataupun tidak menggunakan alat bantu dengar. Sementara pada tahap deskriminasi bunyi, melalui pemanfaatan Aplikasi GEMBIRA siswa tunarungu diajak untuk mencari arah bunyi serta membedakan arah bunyi. Kemudian pada tahapan identifikasi bunyi, siswa diajak untuk mengenal berbagai macam sumber bunyi baik menggunakan alat bantu dengar maupun tidak menggunakan alat bantu dengar.
Aplikasi GEMBIRA pada penerapannya memudahkan siswa untuk belajar di rumah. Dalam keadaan pandemi seperti ini yang mengharuskan siswa untuk belajar dirumah, pemanfaatan aplikasi digital ini dirasakan mampu mempermudah siswa tunarungu untuk tetap berlatih kepekaan sisa pendengaran di rumah. Biasanya program kompensatoris bagi siswa tunarungu ini dilatihkan di sekolah dengan media dan sumber belajar yang tersedia di sekolah, maka dengan dibuatnya media belajar digital ini mampu memudahkan siswa untuk berlatih meningkatkan kepekaan sisa pendengaran melalui mengenal bunyi dan suara yang ada di sekitar siswa.

Gambar 2. Penggunaan aplikasi GEMBIRA untuk berlatih program kompensatoris PKPBI selama masa pembelajaran dari rumah.
Pada dasarnya setiap anak tunarungu memiliki sisa pendengaran yang dapat dioptimalkan guna mendukung berkembangnya kemampuan mengenali sumber bunyi dan menunjang komunikasi siswa tunarungu tersebut. Penggunaan aplikasi GEMBIRA dalam pembelajaran Pengembangan Komunikasi Persepsi Bunyi dan Irama (PKPBI) di masa pandemi, memfasilitasi siswa untuk tetap belajar program kompensatoris PKPBI selama di rumah. Sehingga walaupun dirumah, siswa tetap mampu berlatih untuk meningkatkan kepekaan sisa pendengaran melalui pemanfaatan aplikasi digital ini. Pemanfaatan aplikasi GEMBIRA ini memudahkan siswa tunarungu untuk mengenal sumber bunyi dan suara yang ada di lingkungan sekitar dengan lebih mudah dan bervariasi.

*) Penulis adalah guru SLB Negeri Balikpapan, Kalimantan Timur 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel